Daftar Blog Saya

Minggu, 10 Juli 2016

Pantai Koka


Pantai koka adalah salah satu pantai yang belakangan ini menjadi pantai yang sangat sering dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun manca Negara. Pantai koka berada di kecamatan Paga Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur adalah salah satu pantai yang beberapa bulan lalu sangat buming di media sosial beberapa aktris dan aktor nasional yang melakukan syuting film tiga darah yang mengambil lokasi di Pantai Koka.

Pantai koka jika sekilas kita melihatnya dia sangat mirip dengan pantai Ngerenehan di Gunung Kidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, karena sama-sama pantai selatan dan memiliki kontur tebing atau karang laut yang menjulang tinggi dihiasi oleh pepohonan dan rerumputan hijau sepanjang batu karang yang mengelilingi kedua pantai ini. Namun pantai Koka mempunyai ciri yang membedakan mereka adalah ada sebuah karang ditengah pantai yang membelah pantai Koka ini menjadi dua bagian. Pantai Koka sudah dikelolah dengan baik oleh masyarakat disekitar pesisir pantai banyak terdapat pondok-pondok di tepi pantai yang disewakan untuk pengunjung yang ingin bersantai di bibir pantai serta terdapat warung-warung kecil dan toilet yang tertata rapih. Akses jalan menuju pantai koka pun sudah cukup baik dan bagus. Hanya sayang ketika kami mengunjungi pantai Koka kami dikenakan biaya masuk Rp 50.000,- untuk dua mobil dan tak diberikan karcis retribusi masuk kawasan pantai Koka itu yang membuat kami kesal kan bisa saja mereka melakukan pemungutan liar. Ya saya harapkan bisa diperhatikan oleh pemerintah desa setempat untuk menentukan tarif parkir yang sesuai dan diadakan karcis sehingga bisa dikontrol jumlah pengunjung dan kendaraan yg masuk ke kawasan pantai Koka, bagaimana pun juga hasil dari pengolahan pantai yang baik dan indah ini bisa dinikmati oleh pengunjung dengan baik dan warga sekitarpun mendapatkan dampak ekonomi yang baik juga buat warga sekitar.
Dipantai Koka kami tak terlalu lama mengunjungi hanya sekedar minum es kelapa muda dan bercerita-cerita kurang lebih setengah jam sambil mengilangkan penat dan pusing perjalanan yang berlikuk-likuk dan tikungan yang tajam dari danau kelimutu menuju ke kota Maumere, Pantai Koka sebagai tempat persinggahan sementara jadi saya pun tak bisa melakukan kebiasaan saya kalau ke pantai yaitu berenang di laut karena tak membawa baju ganti selain itu saya pun masih pusing perjalanan yang begitu panjang dari danau Kelimutu. Walaupun demikian alam pantai koka dengan ciri khas topografi pantai selatan cukup untuk menghilangkan pusing perjalanan dan mengenang alam pantai sepanjang Gunung Kidul Yogyakarta maklum saja selama tinggal di Yogyakarta saya jatuh cinta terhadap alam pantai selatan sepanjang Gunung kidul dan dua bulan sekali saya selalu ke pantai dan pantai ngerenehan adalah pantai favoritku diantara semua pantai yang berada sepanjang garis pantai selatan gunung Kidul, sehingga mengunjungi pantai Koka membuat saya gagal move on dari pantai-pantai yang ada di Jogja hehehehe.
Ku berjanji suatu saat akan kembali lagi mengunjungi pantai Koka dan harus basah-basahan sebelum pulang, karena tak lengkap kalau ke pantai dan gak berenang.  “ Pantai Koka Tunggu Aku Kembali !!!

Danau Kelimutu



Liburan lebaran kali ini sangat berkesan karena baru tahun ini saya bisa merasakan liburan lebaran di rumah bersama keluarga ku. Karena Selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini saya selalu libur lebaran di Yogyakarta. Karena berlibur di rumah dan banyak sepupu-sepupuku juga liburan sekolah akhirnya kami pun berinisiatif untuk melakukan liburan bersama-sama. Karena momen berkumpul bersama keluarga besar jarang terjadi jika tak ada liburan kami semua sibuk dengan pekerjaan serta aktivitas sekolah dan kuliah. Setelah mengutarakan inisiatif berlibur bersama ke orang tua kami masing-masing akhirnya kami pun di izinkan untuk melakukan tour de Flores hehehehe, kami pun akhirnya melakukan liburan dengan tiga destinasi wisata berawal dari pulang kampung bersama ke kampung halaman opa dan oma di Desa Sikka kemudian melanjutkan perjalanan ke Danau Kelimutu dan menutup tour de Flores dengan bermain pasir putih dan basah-basahan di Pantai Koka.


Tepat pukul 03.00 pagi kami semua terbangun dari tidur dan mulai bersiap-siap melakukan perjalanan menuju ke Danau Kelimutu dinginnya udara pagi di kota Maumere tak menyurutkan semangat kami untuk berwisata ke Danau Kelimutu setelah satu jam bersiap-siap dan melakukan sarapan pagi, akhirnya tepat pukul 04.00 pagi kami melakukan perjalanan menuju ke Danau Kelimutu menggunakan dua mobil. Perjalanan dari kota Maumere menuju ke danau kelimutu kami tempuh kurang lebih tiga setengah jam tepat pukul 07.38 menit mobil yang kami tumpangi memasuki area parker Taman Nasional Danau Kelimutu Ende Flores. Perjalanan kami menuju Danau Kelimutu tak mulus kami hadapi kami sempat beristirahat di susteran CIJ Woloweo untuk beristirahat dan menghangatkan perut serta menghilangkan pusing da nada beberapa sepupuku yang mabuk karena perjalanan yang berkelok-kelok serta banyak tikungan tajam dan naik turun membuat stamina kami pun sempat menciut namun semangat untuk cepat sampai ke kelimutu membuat kami tetap semangat dan saling menghibur dalam perjalanan walupun ada yang pusing karena perjalanan yang berbelok-belok. Setelah tiba di danau Kelimutu kami pun segera membeli tiket masuk ke Danau Kelimutu dan memarkirkan mobil.
Akhirnya hawa dingin pagi danau Kelimutu yang tertutup kabut tebal menyapa kami dengan penuh semangat kami semua pun bergegas menapaki satu persatu anak tangga menuju ke danau kelimutu. Sesampai di kawah pertama danau kami dibuat sedikit kecewa karena kawah tersebut tertutup kabut tebal dan sangat dingin udaranya kami sempat berdiri di trek jalan yang disediakan oleh pengelolah sambil memasang raut muka datar tanpa ekspresi. Tak lama kemudian angin sepoi-sepoi menyapa muka kami dan udara disekitar kawapun semakin dingin tak menunggu begitu lama kabutpun hilang seketika dan kami pun bisa melihat warna air pada kawa danau Kelimutu yang berwarna hijau muda begitu cantik dan tak lupa kami pun mengabadikan momen terindah dan pertama kalinya melihat lansung kawa danau kelimutu yang memiliki tiga warna yang berbeda-beda dan selalu berubah-ubah karena pengaruh aktivitas vulkanologi gunung berapi Kelimutu yang masih aktif  serta  meletus terakhir pada tahun 1968 pada camera yang sudah kami siapkan karena selama ini kami hanya melihat pemadangan danau Kelimutu melalui foto di Kalender,TV ataupun media sosial lainnya. Sunggu untuk beberapa menit saya sangat takjub dan diam tak bisa berkata-kata melihat keindahan alamnya sambil mensyukuri karunia alam yang begitu indah yang Tuhan hadirkan di Pulau tempat saya dilahirkan ini hehehehehe (gak lebay tapi fakta, Curcol hehehe)  

Satu persatu kuperhatikan kawa Danau Kelimutu dan membaca semua tulisan keterangan aktivitas vulkanologi Kelimutu selama ini, sungguh luar biasa Danau Kelimutu selain alamnya yang cantik dan indah kelimutu pun menghadirkan berkah bagi masyarakat disekitar kawasan wisata danau Kelimutu, dengan terlihatnya banyak masyarakat lokal yang berjualan di lapak kaki lima yang disedikan di terminal istirahat mereka menjajahkan kopi,teh panas, makanan dan berbagai macam cemilan lokal serta tak lupa pula kain tenun atau sarung dari kabupaten Ende. Kelimutu sungguh luar biasa bagi warga sekitar danau Kelimutu membawa berkah tersendiri bagi mereka, karena ± 50.000 orang datang tiap tahunnya berkunjung ke Taman Nasional Danau Kelimutu.(data dari data  dari Taman Nasional Kelimutu) Satu yang saya bangga dari destinasi wisata ini mungkin kualitas Nasional dan sebagai destinasi wisata alam yang sangat terkenal baik di dalam negeri maupun di manca Negara Taman Nasional Danau Kelimutu ini benar-benar bersih dan jarang sekali kita temukan sampah yang berserkan di taman.  Sekitar taman kita pasti menemukan banyak tempat sampah yg disediakan baik itu untuk sampah organik maupun sampah non organik, serta toilet yang gratis gak dipungut biaya serta bersih.  Sungguh bagus dan bersih pengolahan Taman Nasional Danau Kelimutu.

Satu kejadian yang tak mungkin dilupkan oleh kami semua yaitu berlomba-lomba siapa yang duluan menuju puncak danau Kelimutu, semangat banget sepupu-sepupuku ini saking semangatnya mau ke puncak pada lomba lari hasil akhir baru beberapa anak tangga yang dilewati semua udah pada ngos-ngosan dan keringat bercucuran hahahahaha pada hal udara di kawasan danau Kelimutu cukup dingin pagi itu. Hehehehe dengan napas yang terengah-engah kami pun tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak dengan jalan pelan-pelan menaiki anak tangga hingga puncak dan bisa menyaksikan pemandangan tiga kawah Danau Kelimutu secara keseluruhan. satu kalimat yang sering keluar dari mulut kami semua “sunggu indah ya”

Danau Kelimutu sunggu indah, sunggu mempesona dan makasih untuk semua sungguhan yang menarik yang engkau berikan kepada kami semua pada liburan lebaran tahun ini sunggu sajian wisata alam dan wisata ilmia yang komplit dengan  ilmu Geologi yang begtu sempurna dan sangat indah buat kami semua.